Paket Wisata Muslim Halal Religi ke Uzbekistan (Imam Bukhori Tour) Bersama Ustad Al-Habsyi selama 7 Hari 6 Malam. PROMO Diskon $100. TERBATAS!

Cari Blog Ini

Ibadah Umroh | Sucikan Diri Dengan Berkunjung Ke Baitullaah

Sejarah Ibadah Umroh
Nabi Muhammad pertama kali menunaikan  ibadah umroh beserta para pengikutnya pada tahun 7 hijriyah. Nabi Muhammad beserta rombongannya berjumlah hampir 2000 orang memasuki Ka'bah dan melakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran. Setelah itu melakukan shalat di makam Nabi Ibrahim dan minum air zam-zam lalu melakukan sai atau lari-lari kecil dari Shofa menuju Marwah.

Terakhir, nabi Muhammad melakukan tahallul atau memotong sebagian rambut. Berawal dari tuntunan nabi Muhammad saat melakukan umroh pertama kali itulah, hingga kini kita menjalankan rukun dan syarat umroh.

 
Ibadah umroh berawal sejak zaman Nabi Ibrahim yang tinggal di negeri Syam. Saat itu hingga bertahun lamanya Nabi Ibrahim belum dikaruniai putra dari pernikahan dengan Sarah. Hingga akhirnya Nabi Ibrahim menikah lagi dengan Siti Hajar dan dikaruniai putra bernama Ismail. Setelah kelahiran putranya Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membawa keluarganya ke Tanah Haram yaitu Mekkah.

Allah berfirman : “Bawalah mereka ke tanah Haram-Ku dan dalam pengawasan-Ku, yang merupakan daratan pertama yang Aku ciptakan di permukaan bumi yaitu Mekah.”

Saat itu Nabi Ibrahim berdoa agar keluarganya dicukupkan rejeki selama ditinggal kembali ke negeri Syam sebagaimana Allah  melalui firmanNya berfirman :
Allah berfirman mengulangi doa Nabi Ibrahim: ” Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim : 37).

Ketika itu Hajar sangat kebingungan mencari sumber mata air untuk minum putranya Ismail hingga berlari bolak-balik 7 kali dari bukti Shofa menuju Marwah. Hingga akhirnya keluarlah sumber mata air di kaki Ismail yang terus mengalir dan melafadzkan kata ZAM-ZAM yang berarti menampung. Hingga saat ini sumber mata air tersebut menjadi sumur air zam-zam yang dapat dinikmati oleh seluruh jamaah haji dan umroh dari penjuru dunia.

Karena adanya sumber mata air di tempat tersebut maka tempat sumur zam-zam akhirnya banyak dikunjungi kafilah dan sebagian mulai menetap di sekitarnya dengan seizin Nabi Ibrahim. Allah kemudian memerintahkan pembangunan Ka’bah dibantu oleh malaikat Jibril dengan membawa bahan-bahan dari surga seperti batu Hajar Aswad yang hingga kini masih ada terletak disekitar Ka’bah. Dibantu oleh pemuda Ismail, Nabi Ibrahim mengangkat batu-batu dari bukti di sekitarnya untuk pembangunan Ka’bah.setinggi 7 hasta, Ka’bah memiliki 2 pintu yakni pintu pertama terbuka menghadap timur dan pintu kedua terbuka menghadap barat.

Setelah pembangunan Ka’bah selesai, Nabi Ibrahim dan putranya ismail melaksanakan ibadah haji untuk kali pertama. Ketika tanggal 8 Dzulhijjah Jibril turun kembali untuk menyampaikan pesan kepada Ibrahim.  Jibril meminta Nabi Ibrahim untuk mendistribusikan air zam zam ke beberapa tempat seperti Mina dan Arafah. Maka hari itu disebut dengan dengan hari “Tarwiyyah” (pendistribusian air). 

Setelah selesai dalam pembangunan Baitullah dan pendistribusian air tersebut, maka Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah yang tercantum dalam Al Qur’an :
Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim berdoa : ” Ya Tuhanku. jadikanlah negeri ini menjadi negeri yang aman sentosa dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan di hari kemudian. Allah berfirman : ” Dan kepada orang yang kafirpun aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. Al Baqarah : 126)

Sejak saat itu kaum muslimin melaksanakan ritual haji dan umroh yang juga kerap disebut dengan haji kecil, berziarah mengunjungi Ka’bah sesuai yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan nabi-nabi setelahnya bahkan hingga Nabi Muhammad.
Semoga dengan mengetahui sejarah ibadah umroh dan haji makin membuat kita mantap dan yakin bersegera melaksanakan ibadah umroh.
Back To Top